javascript hit counter

Bana Alabed, Gadis Kecil Dari Aleppo Yang Menjadi Viral Dunia

Bana Alabed merupakan anak perempuan berusia 7 tahun Suriah, yang menarik perhatian dunia dengan beberapa cuitan di akun tweeternya dari Aleppo.

Di akun tweeter nya, Bana sering menuliskan tentang keadaan Aleppo ketika ia masih tinggal di kota tersebut. Bana yang dibantu oleh ibunya mengunggah gambar dan video kehidupan di Suriah yang dilanda perang saudara hampir enam tahun. Ia mendapat sekitar 352 ribu pengikut di situs micro-blogging nya tersebut.

Berikut ini adalah beberapa cuitan Bana Alabed Di Status Tweeternya:

 

 

 

Apa yang dituliskan oleh bana di status twitternya bukanlah cuitan yang biasa. Gadis ini menulis status tweeter di tempat tinggalnya, dimana sedang terjadi peperangan. Setiap harinya Bana harus mendengar suara bom dari dalam rumah, yang sewaktu-waktu bisa saja menghantam kediamannya. Setiap cuitan Bana selalu berkaitan dengan perang yang ia dengar setiap harinya. Hal ini menimbulkan rasa haru dan perhatian dari para netizen.

Tidak hanya membuat status tentang keadaan di Aleppo, Bana juga mengupload sejumlah foto maupun video yang menggambarkan kondisi perang di Aleppo. Satu di antara cuitan Bana yang mengharukan tersebut adalah “Why are you killing us. Are you mad? No bombing please. – Bana #Aleppo.” (Mengapa kamu membunuh kami. Apa kamu marah? Tolong jangan ada bom).’ Cuitan ini mendapatkan 562 retweet dan disukai 547 akun twitter lain. Ada pula cuitan Bana yang hanya ingin membaca tanpa mendengar bom sperti ini : “Stop the bombing now because i want to read. Why bomb us? No bombing. Bana #Aleppo.”

Sungguh miris melihat dan membaca status-status yang dibuat oleh gadis kecil ini. Belum lagi saat gadis ini mengupload sebuah foto dengan caption “This is my friend house bombed, She’s killed, I miss her so much. #aleppo”
Rumah temannya tidak berada jauh dari kediaman tempat tinggalnya. Dia melihat rumah temannya hancur terkena bom, dan temannya bersama keluarganya pun tewas dalam peristiwa tersebut.

Dengan usianya yang masih sangat muda, gadis kecil ini sudah melihat berbagai kekejaman yang terjadi di depan matanya. Suatu kali dy juga mengatakan bahwa di dekat rumahnya sering terdapat bom, termasuk rumah neneknya. Peristiwa yang dialami oleh gadis kecil ini sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan psikis nya. Gadis ini setiap harinya hanya bisa pasrah dan menunggu kapan salah satu bom tersebut akan jatuh ke kediaman nya. Ketakutan ini tampak dari salah satu status tweeternya yang mengatakan, “Saya sangat takut saya akan mati malam ini. Bom-bom itu akan membunuh saya sekarang – Bana.”

Untungnya, gadis kecil ini bersama keluarganya serta masyarakat sipil aleppo lainnya sudah berhasil di evakuasi dan diamankan dari kerusuhan peperangan yang terjadi di aleppo. Bana bersama kedua adik lelakinya, serta orang tuanya meninggalkan Aleppo akhir pekan lalu. Setelah melewati perjalanan panjang dan dua kali penundaan, keluarga Bana akhirnya tiba di Kota Idlib. Namun, Idlib bukanlah tujuan akhir perjalanan Bana. Dari ibu kota Provinsi Idlib tersebut, keluarga kecil yang terdiri atas lima orang itu lantas melanjutkan perjalanan ke Turki.

Turki menjadi tujuan akhir pelarian Bana dan keluarganya dari Aleppo. Karena, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengundang Bana dan keluarganya ke Turki. Pemimpin berusia 62 tahun tersebut juga dikabarkan menyediakan tempat tinggal untuk keluarga Alabed. Pada tanggal 21 Desember 2016 kemarin, Bana akhirnya bertemu dengan Erdogan di istana kepresidenan di Kota Ankara. Erdogan juga menuliskan bahwa dia sangat senang bertemu dengan Bana pada status tweeter.

Categories: world