javascript hit counter

Danau Linting Adalah Danau Toba Kedua di Sumut

Sumatera Utara ternyata tidak hanya memiliki Danau toba saja yang terkenal sebagai Danau Vulkanik terbesar di dubia. Sumut juga masih menyimpan banyak lokasi-lokasi wisata yang mempesona selain Danau Toba dan tentunya cocok untuk kita jelajahi bersama sanak saudara. Lokasi Danau Linting berada di Desa Sibunga-bunga, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) hulu kabupaten deliserdang.

Untuk menuju Danau Linting, kamu juga bisa menggunakan angkutan umum dari Terminal Amplas Medan dengan biaya sekitar Dua Puluh Ribu Rupiah per orang. Tetapi lebih baik lagi kalau menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil ataupun motor. Untuk menempuh jaraknya sekitar 70 kilometer, sekitar dua jam perjalanan dari medan melalui Deli Tua dan Patumbak. Sepanjang jalan menuju Danau Linting juga ada pemandangan yang sejuk, ini salah satu foto pemandangan yang sangat indah menuju ke Danau Linting :

Lumayanlah untuk cuci mata dan berfoto-foto, sekalian menghilangkan rasa capek karena perjalanan yang cukup melelahkan. Jalan menuju kedanau linting juga agak memprihatinkan, akses jalan nya yang lebar hanya dua meter saja dan berbatu juga berlumpur, hanya sebagian saja yang beraspal mulus.

Jika sudah memasuki wilayah Desa Sibunga-bunga, tidak ada tanda-tanda keberadaan danau linting. Hanya ada sebuah Plang bertuliskan Danau linting dipinggir jalan. Dari depan plang itu juga bakal ada air yang mengalir dari danau linting. Pintu masuk ke Danau Linting dijaga dan pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000 per orang. Ketika memasuki kawasan Danau Linting, pengunjung langsung disuguhi oleh indahnya pemandangan danau dan pepohonan di sekitarnya.

Memang, danau ini belum terkenal layaknya Danau Toba. Namun, keindahan alam Danau Linting layak untuk dinikmati para pencinta keindahan alam. Danau seluas sekitar satu hektar itu berwarna hijau toska, tapi ada juga yang bilang kalau danau itu berwarna biru kehijauan. Danau berair panas itu tidak berbau belerang. Namun, air Danau Linting jika dicicipi masih terasa belerangnya.

Di tepian danau, terdapat pohon-pohon beringin yang besar dan kecil membuat sekitar danau terasa sejuk untuk berkumpul dengan keluarga. Danau ini berwarna hijau toska diduga karena kedalamannya yang cukup dalam. Hingga saat ini, kedalaman Danau Linting masih menyimpan misteri. Beberapa orang pedagang di sekitar Danau Linting menyatakan belum pernah ada data secara resmi kedalaman danau itu.

Pernah beberapa waktu lalu, seorang peneliti asing mengukur kedalaman danau dengan cara manual. Dia sudah menghabiskan tiga gulung benang sepanjang 100 meter belum kunjung menyentuh dasar danau. Masyarakat sekitar menduga, Danau Linting berbentuk seperti sumur yang sangat dalam.

Untuk itu, jika pengunjung mencoba berenang di danau ini selalu dihimbau untuk tidak ke tengah danau. Karena di danau ini sudah beberapa kali terjadi insiden pengunjung yang tenggelam. Namun, jika hanya berendam di tepi danau, pengunjung bisa merasakan relaksasi air panas sekitar 30 derajat celcius.

Selain kedalaman danau, cerita pembentukan danau ini juga masih simpang siur. Masyarakat setempat menyimpan cerita mistis yang beredar dari mulut ke mulut. Danau vulkanik ini diceritakan dahulu hanya berupa gundukan bukit yang kemudian dalam waktu sekejap bergetar hebat dan terjadi ledakan sehingga membuat cekungan yang berisi air. Terbentuklah Danau.

Baru sekitar dua tahun terakhir Danau Linting dikunjungi oleh wisatawan. Sebelumnya penduduk setempat tidak berani berenang di danau ini. Mereka tidak berani untuk mendekati kawasan danau. Hingga saat ini belum ada referensi ilmiah yang meneliti tentang pembentukan danau ini.

Di sekitar danau, masyarakat setempat menjajakan makanan dan minuman ringan dengan harga yang terjangkau. Mereka dengan ramah juga menawarkan tikar untuk disewa pengunjung dengan harga Rp. 10.000 – Rp. 20.000 tergantung ukuran.

Sayang, banyak pengunjung di kawasan Danau Linting tidak menjaga keindahan alamnya. Banyak sampah berserakan di sekitar danau mengakibatkan kesan jorok dan tidak lagi indah. Pemerintah Kabupaten Deliserdang juga tidak terlihat bersungguh-sungguh menata kawasan ini.

Hal itu terlihat di kawasan Danau Linting hanya tersedia ruang ganti pakaian, toilet dan area parkir seadanya. Tidak ada tempat sampah yang disediakan di lokasi, apalagi fasilitas-fasilitas lain selayaknya di lokasi wisata seperti tempat makan dan papan informasi.

Note : Jika kamu kesana, diharapkan jagalah kebersihan alam yang begitu indah dan jangan merusaknya dengan sampah-sampah berserakkan. Selamat liburan.

Categories: wisata