javascript hit counter

Wow, Nenek Berusia 91 Tahun Jadi Ratu Kecantikan Tahun 2016

Krytyna Farley adalah seorang ratu kecantikan berusia 91 tahun di negara bagian Connecticut, AS. Namun perjalanan hidupnya tidak selalu Glamor seperti kontes kecantikan yang diikutinya. Meski ia dibesarkan dengan penuh kasih sayang dirumahnya dipedesaan Polandia, masa kecilnya terputus karena Perang Dunia kedua dan disini akan menceritakan kisahnya hingga sampai pada ratu kecantikan.

Masa remajanya yang begitu suram, Farley lahir di Polandia timur pada tahun 1925, ia anak kedua dari lima bersaudara. Keluarganya tinggal ditanah seluas 35 hektar yang diberikan ayahnya. Ayahnya mendapatkan tanah itu sebagai imbalan atas dinas Militernya selama perang dunia pertama.

Diatas ini adalah foto Farley bersama sepupunya pada tahun 1938. Tapi saat Krystyna berumur 14 tahun, Jerman dan Uni Soviet menyerbu Polandia yang memicu Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1940 mereka sekeluarga ditangkap pada malam yang saat dingin oleh militer Rusia dan polisi Ukraina. Keluarga Krystyna juga dipaksa bekerja untuk menebang pohon dan diberi makanan dengan terbatas.

Selama dua tahun keluarganya menghabiskan masa-masa yang mengerikan disana, sampai Jerman menyerang Uni Soviet pada tanggal 22 Juni 1941. Pada saat itulah puluhan ribu tawanan Polandia termasuk Krystyna beserta keluarganya. Ayahnya yang bernama Andrzej bersama ribuan orang lainnya bergabung dengan pasukan baru Angkatan Darat Polandia dipengasingan.

Ibu Krystyna yang bernama Walentyna beserta saudara-saudara kandungnya masuk ke sebuah kapal yang berisi orang-orang sakit dan kekurangan gizi lalu mereka berlayar melintasi laut Kaspia, untuk mencari pekerjaan memetik kapas dekat ibukota Uzbekistan.

Disana makanannya cukup terjamin, karena disana mereka bisa memakan roti, buah, keju dan melon kering. Namun kehidupan yang dirasa masih berat, jadi ibunya membuat keputusan yang sangat menyedihkan, yaitu mengirim anak-anaknya ke panti asuhan orang-orang Persia yang didirikan oleh Angkatan Darat Polandia dipengasingan.

Untuk mencapai Iran, anak-anak tersebut berangkat dengan kapal yang melintasi Laut Kaspia dan kemudian bergabung dengan sebuah konvoi truk dalam perjalanan ke Selatan kota Teheran. Mereka tidak tahu bahwa mereka tidak akan pernah lagi melihat ibu atau kakak perempuannya.

Setelah mereka mengalami masa-masa suram di Rusia dan Uzbekistan, kehidupan di Teheran semakin membaik dan ada tempat tidur yang bersih, juga banyak makanan. Krystyna mengatur agar adik laki-lakinya, Teddy dan Chester, bisa bergabung dengan calon prajurit dan mengirim adiknya, Natalie yang baru berusia delapan tahun ke sebuah panti asuhan di Afrika. Kemudian ia mendaftarkan diri di Angkatan Darat Polandia di pengasingan.

“Saya ingin menjadi sopir tentara agar bisa mengendarai mobil,” jelasnya. “Itu kebodohan saya sendiri, Anda lihat jika Anda masih muda, Anda bodoh.”

Diatas adalah foto disaat mengunjungi Yerusalem dengan tim ayahnya pada tahun 1943, Krystyna kelima dari kiri di barisan atas, Andrzej di bagian paling kanan dari barisan kedua di depan. Karir militernya selama lima tahun yang membuatnya dianugerahi medali oleh Raja George yang membawanya ke Mesir dan kemudian ke Irak, disanalah ia bertemu kembali dengan ayahnya.

Kemudian mereka berdua bersama-sama ditempatkan di Yerusalem. Krystyna dan ayahnya termasuk di antara pasukan yang melintasi Laut Tengah di bawah ancaman para pengebom Nazi untuk bergabung dalam pertempuran di puncak bukit Monte Cassino, Selatan Roma.

Bertemu Calon Suami

Saat sedang memperban dan mengoperasi serdadu-serdadu yang terluka di puncak bukit, Krystyna bertemu dengan seorang pria yang menjadi suami pertamanya. Ia adalah seorang tentara yang bernama Stanley Slowikowski, dibawah ini juga ada foto mereka :

Krystyna dan Stanley menetap di Inggris dan di sanalah keluarga Krystyna akhirnya bersatu kembali bersama. Ia juga kemudian mengetahui bahwa ibunya meninggal karena malaria. Krystyna dan Stanley memiliki tiga anak tapi Stanley pemabuk berat, kemungkinan akibat pengalamannya dalam perang dan Krystyna menjadi janda pada tahun 1949 meninggalkannya dengan tiga anak yang masih kecil-kecil dan sedikit uang.

Lalu Ia mulai mengajar menari dengan tarian yang sudah ia pelajari saat masih kecil, pada tahun 1953 rombongan tariannya diundang untuk tampil di acara penobatan Ratu Elizabeth, mengenakan kostum yang telah dirancang dan dibuat Krystyna. Berkut fotonya :

Ia menikah kembali pada tahun 1956 dan memiliki anak perempuan lagi, bernama Eva. Baru setelah berusia 50-an, Krystyna bertemu dengan pria yang ia gambarkan sebagai cinta dalam hidupnya, Ed Farley. Mereka menikah pada tahun 1979 dan sejak itu mereka tidak dapat dipisahkan. Krystyna sangat aktif di komunitas Polandia di Connecticut. Namun di usianya yang sudah senja, ia juga mengikuti berbagai kontes kecantikan di Amerika, dengan mengikuti kompetisi Ms Connecticut Senior America untuk pertama kalinya pada usia 70 tahun.

Saat itu ia menempati urutan kedua dan beberapa tahun kemudian, upayanya pada saat itu membuahkan hasil, dia meraih juara pertama dalam kontes kecantikan. Lalu ia dinobatkan sebagai ratu kecantikan pada tahun 2016. Di acara final kontes kecantikan Ms America Senior tahun lalu, Krystyna bersaing dengan 44 ratu negara bagian lainnya dan mengalahkan seorang perempuan yang berusia 30 tahun lebih muda darinya. Berikut salah satu fotonya :

Ia menyerahkan mahkota Ms Senior Connecticutnya kepada juara kontes 2017 pada bulan Mei menjelang ulang tahunnya yang ke 92 tanggal 19 Agustus nanti, ia mengatakan mungkin saatnya untuk menggantungkan tiaranya untuk selamanya.

Begitulah perjuangan Krystyna yang menjuarai kontes kecantikan diajang Ms America Senior, sangat mengejutkan sekali, seorang nenek bisa menjuarai kontes kecantikan pada usia 91 tahun.

Categories: unique