javascript hit counter

Antar, Angkutan Umum Yang Dilengkapi Perpustakaan

Membaca bisa saja menjadi kegemaran atau hobi seseorang, karena dengan membaca bisa menambah pengetahuan dan masih banyak lagi manfaat lainnya dari membaca. Walaupun seseorang tidak menggemari membaca, mungkin bisa memberikan wadah atau tempat untuk orang lain agar bisa membaca. Namun, jarang sekali kita menjumpai sosok seperti ini, yang mempunyai hati mulia agar orang-orang disekitarnya bisa menambah pengetahuan dengan membaca.

Tapi kita bisa menjumpai sosok seperti itu tetapnya di Bandung, disana ada sebuah Angkutan Umum yang dilengkapi dengan buku-buku agar penumpang Angkutan tersebut bisa menikmati perjalanan sambil membaca. Tepatnya Angkutan tersebut semacam bisa dikatakan perpustakaan keliling. Yuk mari kita lihat bersama sosok sopir Angkutan ini yang berada di Bandung, Kenapa ia mau melakukan hal tersebut.

Salah seorang pengemudi angkot bernama Muhammad Pian Sopian berusaha membuat hal yang menarik di angkotnya agar penumpang tidak kesal. Di bagian kaca belakang, dia merancang sebuah rak buku dan meletakkan sejumlah buku agar bisa dibaca oleh penumpang, terkesan sederhana tapi banyak manfaatnya loh. “Saya ingin menaikkan minat baca masyarakat walaupun dengan hal kecil. Minimal saat penumpang turun dari angkot mendapat ilmu,” ujar Sopian yang sudah menjadi supir angkot sejak 15 tahun silam sebelum menikah.

“Daripada mengeluh karena macet di seputar Jalan Raya Kopo Leuwi panjang, yuk naik angkot, sambil membaca buku gratis tidak dipungut biaya,” tulis Elis. “Super terima kasih untuk suamiku, yang telah sama-sama bergerak dalam mewujudkan mimpi. Karena ini demi Bandung yang Literat,” sambungnya.

Awalnya ini adalah ide sorang istri sopir Angkutan tersebut yang bernama Elis Ratna Suminar yang berusia 39 tahun. Sang istri menyampaikan ide ini kepada Sopian bukanlah emata hanya spontan saja, karena membaca adalah satu kegemaran Elis dan ia juga sudah beberapa bulan ini menjalankan perpustakan keliling menggunakan motornya. Dengan menawarkan membaca gratis bagi anak-anak disekitar perkampungan rumahnya.

Idenya ini tercipta berawal dari rasa keprihatinannya dan pengalaman pribadinya sendiri yang dulunya Elis kekurangan dana untuk bersekolah dan tidak bisa mengikuti pelajaran. Jadi ia tidak ingin hal serupa terjadi pada anak-anak yang berada disekitar perkampungannya itu. Karena menurutnya pendidikan itu menuntaskan kehidupan.

Foto diatas terlihat Elis sedang mengajari beberapa anak-anak dan salah seorang lelaki paruh baya untuk belajar membaca. Ia juga pernah mengatakan banyak mimpi yang ingin ia capai termasuk menyediakan perpustakaan di daerah tempat tinggalnya. Pada Sabtu (15/10) kemarin Elis juga mengunggah foto-foto ‘Angkot Pustaka‘ itu dan mendapat banyak tanggapan positif dari pengguna media sosial. “Keren,” kata pengguna bernama Nobu. “Semoga nanti jadi banyak yang mengikuti gerakan ini dan Indonesia bisa lebih cinta membaca.”

Bahkan beberapa kali ada penumpang yang kebablasan turunnya karena keasyikan membaca,” ujarnya seraya tertawa. Elis mengatakan, setiap hari koleksi buku di dalam angkot suaminya selalu diganti agar penumpang tidak bosan. Bahkan pernah pula ada penumpang yang memesan agar dibawakan buku bacaan tertentu.

Biasanya penumpang ibu- ibu yang lebih banyak meminta buku dengan tema keluarga dan resep makanan,” jelas Pian yang hingga saat ini belum mendapatkan donasi buku untuk menambah buku-bukunya dari pihak manapun. Pian juga berharap agar pemerintah mendukung programnya tersebut supaya bisa berjalan dan memperluas Aspirasinya tersebut.

Namun, upayanya untuk meningkatkan literasi baca tak berjalan mudah. Apa lagi di kalangan sopir, Pian kerap mendapat nyinyiran. “Ya, ada juga yang nyinyir, tapi banyak juga yang mengapresiasi,” ucap pria yang tingal di Kompleks Parahyangan Kencana Blok A 11 No. 7, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung itu.

Pian juga mengatakan bahwa terlalu sedikit peminat pembaca pada penumpangnya, palingan hanya empat sampai lima orang saja yang berminat untuk membaca buku yang sudah tersedia di Angkotnya. lebih dari itu penumpangnya hanya sibuk dengan Gudgetnya masing-masing. Pian juga sangat memprihatinkan hal seperti itu, padahal lebih banyak manfaat membaca buku ketimbang harus bermain dengan Gudget.

Tapi disatu sisi Elis juga bersyukur karena suaminya satu visi dengannya, mereka berdua juga berharap agar masyarakat indonesia lebih terdidik dengan adanya program membaca. Elis juga pernah mengatakan, suaminya yang sopir angkot lulusan SD itu kini makin getol mengejar pendidikan. Bahkan, suaminya sudah lulus program kejar paket B, setara SMP. “Sekarang dia mau kejar paket C dan berharap nanti bisa sampai kuliah juga kayak saya,” ujarnya.

Itulah kisah inspiratif dari sopir Angkut yang sangat mulia sekali, semoga setelah membaca artikel ini bisa meniru apa yang telah dilakukan pian. Selamat membaca, akhir kata kami ucapkan banyak terimakasih.

Categories: unique