javascript hit counter

Tempat di Dalam Pesawat Yang Menjadi Sarang Bakteri

Saat hendak ingin melakukan perjalanan jauh, sudah pasti kamu akan mencari kenyamanan dan keselamatan diri. Entah itu pergi keluar kota atau keluar negeri dikarenakan ada pekerjaan yang harus kamu selesaikan serta sedang melakukan perjalanan mudik mungkin ya. Tapi disini saya akan membahas tentang Lima benda yang terkotor di dalam pesawat. Karena ini juga salah satu info penting buat kamu saat mau melakukan perjalanan keluar negeri dan menaiki pesawat.

Sebab pesawat sudah menjadi salah satu transportasi umum yang banyak digunakan oleh seluruh umat manusia di dunia. Tidak ada salahnya juga jika kamu memahami kebersihan pesawat yang harus selalu terjaga kebersihannya serta tidak kotor. Makanya sering kamu lihat, setiap kali para penumpang yang keluar dari pesawat, sudah tersedia petugas yang langsung membersihkan pesawat sebelum mengudara kembali.

Ya, walaupun sudah dibersihkan para pekerja yang tugasnya membersihkan pesawat, masih saja ada beberapa tempat di pesawat yang bisa dikatakan kotor karena tidak terjamah. Kira-kira benda apa saja ya, yang kotor di dalam pesawat. Jika Kamu ingin mengetehauinya, yuk mari simak ulasannya dibawah ini dengan benda-benda terkotor yang di dalam pesawat. Berikut ulasannya :

Meja Lipat di Depan Kursi

Hal kecil seperti meja lipat di depan kursi yang berada tepat di depan kamu itu, bahkan terlihat sangat sepele dan kamu saja mungkin tidak mengetahuinya. Padahal posisnya tepat di depan kamu saat duduk, dalam pikiran kamu sudah pasti meja lipat tersebut sudah dibersihkan oleh petugas kebersihan. Namun, sebuah penilitian yang pernah dilakukan Travel Math pada tahun 2015 menemukan bahwa meja lipat yang berada di dalam pesawat memiliki bakteri Delapan kali lipat lebih banyak dibandingkan tombol Flush di Lavatory.

Meja lipat tersebut mempunyai 2.155 Colony Forming Units bakteri setiap perseginya (CFU/SQ) dibandingkan bakteri pada Toilet rumahan yang memiliki 127 CFU/SQ. Seorang dokter yang bernama Dr. Charles Gerba, ia adalah seorang ahli Mikrobiologi dari University Of Arizona, Amerika Serikat pernah menyatakan bahwa meja lipat atau tray yang ditelitinya mengandung Viru Influenza, Norovirus yang menyebabkan diare serta Superbug MRSA yang mampu membuat kulit iritasi.

Faktor yang menyebabkan bakteri dengan jumlah yang banyak tersebut dikarenakan para petugas kebersihan pesawat tidak punya cukup waktu untuk membersihkannya secara menyeluruh. Walaupun sudah dijangkau oleh para petugas kebersihan pesawat, akan tetapi mereka hanya menggunakan cairan pembersih yang biasa saja. So, saya ingin kasih saran sama kamu hendak bepergian naik pesawat untuk membersihkan meja lipat dengan tisu basah yang mengandung Disinfektan agar memperkecil kemungkinan bakteri yang akan muncul.

Ventilasi Udara dan Seatbelt

Pasti yang ada dalam pikiran kamu, kok bisa ya benda di dalam pesawat yang begitu sangat amat dekat dengan kamu, kok malah benda tersebut pula yang dikatakan mengandung bakteri ya. Nah, begini alasannya yang telah saya rangkum secara detail. Ventilasi yang letaknya di atas bangku pesawat memang bagus untuk sirkulasi udara. Namun, para peniliti menemukan bahwa terdapat 285 CFI/SQ bakteri di dalam ventilasi udara.

Begitu juga dengan Sabuk pengaman (Sealtbelt) yang di kerumuni 230 Cfu/Sq bakteri di dalamnya, hal seperti memang tidak mengherankan. Karena setiap penumpang sudah pasti kan menyentuh sabuk pengaman, ya’ setidaknya dua kali selama berada di dalam pesawat saat akan mengenakan dan melepaskan sabuk pengaman tersebut. Seperti yang dikatakan Dr. Charles yang menyarankan utnuk membawa Hand Saniyizer dan menggunakannya saat akan menyentuh sabuk pengaman.

Wastafel dan Kloset

Pada umumnya, kamar mandi yang ada di dalam pesawat sudah pasti dibersihkan setiap hari dan setiap perjalanan dengan waktu tempuh yang panjang. Sudah pasti dong Wastafel dan kloset akan terbebas dari bakteri, karena setiap harinya dibersihkan oleh petugas kebersihan. Tentu saja itu salah loh guys, sebab Dr. Charles mengatakan jika ada 50 orang yang ke kamar mandi, hal tersebut bisa saja menimbulkan bakteri meski kamar mandi sudah dibersihkan.

Dr.Charles juga sudah menemukan adanya bakteri E.Coli pada Wastafel, Kloset maupun kamar mandi yang ada di dalam pesawat. ia juga mengatakan bahwa “Sulit untuk mengurangi bakteri yang ada di kamar mandi, karena wastafelnya yang kecil dan orang-orang yang tangannya besar bahkan tidak bisa mencuci tangan dengan cara yang benar” begitulah yang pernah dikatakan dokter tersebut.

Kantung Belakang Kursi Pesawat

Kok bisa ya kantung belakang yang dibelakang kursi pesawat menjadi tempat sarang bakteri, begini ulasannya guys. Kantung tersebut terletak berada di bawah meja lipat dan tempat tersebut biasanya digunakan untuk menyimpan buku manual, majalah dan kantung kering. Namun sayangnya banyak juga para penumpang pesawat yang mnggunakan kantung ini sebagai tempat sampah untuk membuang tisu kotor, pampers bayi, botol minuman kosong dan sejumlah benda lainnya.

Karena mengingat jadwal pesawat yang hanya berhenti dalam waktu singkat, tentu ini menyebabkan para petugas kebersihan pesawat sangat sulit untuk membersihkan kantung tersebt dengan maksimal. Penilitian dari Auburn University Alabama telah menemukan bahwa bakteri sejenis MRSA yang menyebabkan kulit iritasi dapat bertahan di kantung tersebut selama 7 hari loh guys. Dalam hitungan hari yang terbilang lama ini sudah pasti bakteri akan menempel pada permukaan.

Kursi Dekat Lorong

Hmmm, mungkin kamu salah satu dari penumpang pesawat yang lebih memilih untuk duduk di dekat lorong atau Aisle? Sudah pasti alasan kamu dikarenakan lebih mudah untuk bergerak dan jika ingin ke kamar mandi akan lebih mudah bukan. Nah, dari cara pemikiran yang praktis tersebut, kamu juga perlu berhati-hati jika duduk di kursi dekat lorong. Karena adanya bakteri yang sudah menempel pada kursi tersebut loh guys.

Studi yang pernah dilakukan oleh Clinical Infectious Diseases telah mencermati penerbangan dari Boston ke Los Angeles yang membuat pesawat tersebut harus mendarat darurat karena salah seorang penumpang ada yang muntah dan terkena diare di dalam pesawat. Para peneliti tersebut juga menemukan bahwa penumpang yang duduk di pinggir lorong lebih rentan terkena Norovirus. Dokter Charles juga menyarankan, lebih baik duduk dekat jendela, karena lebih sedikit kemungkinannya untuk terkena penyakit.

Itulah tempat dan benda yang menjadi sarang para bakteri di dalam pesawat. Tidak ada salahnya juga jika kamu mengikuti saran dari para Dokter yang diatas. Setelah mengetahui hal-hal tersebut, saya juga menghimbaukan untuk menjaga sibuah hati yang sedang berada di pesawat.

Semoga info ini bisa memberikan faedah yang besar bagi para pembaca sekalian. Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.

Categories: pengetahuan