javascript hit counter

7 Gunung Berapi Tertinggi di Bawah Laut

Gunung berapi adalah sebuah gunung yang memiliki kawah yang berisi magma dari dalam perut bumi. Gunung berapi yang aktif sewaktu waktu bisa mengeluarkn magma yang terkandung didalam perut bumi. Letusan tersebut dapat membawa dampak positif maupun negatif. Gunung berapi terjadi akibat endapan magma didalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.

Gunung Everest berada pada ketinggian 8.848 meter diatas permukaan laut. Karena ketinggian inilah yang membuat gunung tersebut mendapatkan predikat sebagai gunung yang tertinggi no satu didunia. Meskipun demikian perlu diketahui bahwa sebenarnya gunung Everest bukanlah gunung tertinggi didunia. Pasti didalam benak kamu timbul pertanyaan, sebenarnya gunung apa sih yang tertinggi di muka Bumi ini? Yuk mari simak ulasannya dibawah ini :

1. Mauna Kea, Amerika Serikat

Mauna Kea merupakan gunung yang berada dikepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Gunung merapi dibawah laut ini memiliki ketinggian 4.205 meter diatas permukaan laut. Puncak gunung ini jauh lebih rendah dari gunung Everest, tetapi gunung Mauna Kea ini sebenarnya merupakan gunung yang kakinya dimulai dari dasar laut. Ketinggian dari gunung yg satu ini adalah sekitar 6000 meter dibawah Lautan Pasifik.

Sehingga jika ditotalkan, maka ketingggian dibawah permukaan laut dan diatas permukaan laut yaitu sekitar 10.205 meter dan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ketinggian gunung Everest, menutrut laporan dari United States Geological Survey (USGS).  Gunung Mauna Kea ini memiliki volume sebesar 3.200 kilimeter kubik dan ukurannya yang sangat besar dari gunung yang satu ini membuat gunung yang berada disebelahnya, yakni Mauna Loa menekan ke dasar laut di bawahnya hingga 6 kilometer.

Karena beban yang ditanggung, gunung Mauna Kea ini terus turun dan semakin merata juga termasuk dalam kategori gunung merapi bawah laut tertinggi. Adapun penurunan ketinggian dari gunung yang satu ini yaitu mencapai 0,2 milimeter dalam setiap tahunnya dan sebagain besar masa gunung ini yaitu berada pada puncaknya. Pada saat ini, puncak tertinggi dari Mauna Kea yang memiliki ketinggian 4.205 di atas permukaan laut ini memiliki selisih hanya 35 meter dari gunung sebelahnya, Mauna Loa yang memiliki tinggi 4.169 meter di atas permukaan laut.

2. Molokini Crater, Amerika Serikat

Molokini adalah kawah gunung berapi berbentuk bulan sabit karena sebagian terendam air laut sehingga membentuk pulau kecil (islet) yang terletak di selat Alalakeiki antara pulau Maui dan Kahoolawe, bagian dari Maui County di Hawaii. Molokoni memiliki luas 23 hektar (93.169 m2), diameter sekitar 0,4 mil (0,6 km), dan terletak sekitar 2,5 mil (4,0 km) barat Makena State Park dan selatan Maalaea Bay. Islet ini adalah tujuan wisata populer untuk scuba diving, snuba dan snorkeling. Islet ini juga menjadi tempat perlindungan burung laut di Hawaii.

3. Morro Rock, Amerika Serikat

Gunung Morro Rock yang terletak di kawasan California. Konon gunung ini terbentuk sejak 20 juta tahun yang lalu dan merupakan bagian dari rangkaian gunung berapi Nine Sisters.

4. Surtsey, Islandia

Gunung ini terbentuk oleh sistem gunung berapi bawah laut Vestmannaeyjar. Yang juga menghasilkan beberapa letusan lainnya seperti gunung Eldfell di pulau Heimaey pada tahun 1973. Letusan yang menghasilkan pulau Surtsey juga menghasilkan beberapa pulau di rantaian gunung berapi tersebut, seperti Jólnir dan beberapa pulau lainnya yang belum diberi nama. Kebanyakan pulau ini hilang karena erosi yang cepat.

5. Brother Volcano, Selandia Baru

Brother Volcano yang terletak di Selandia Baru. Gunung Brother Volcano yang merupakan gunung di bawah laut tertinggi ketujuh di dunia ini, tercatat tingginya 1850 meter dari bawah permukaan laut. Di dalamnya terdapat sebuah kawah besar dengan kedalaman hingga 500 meter.

6. Gunung Berapi Raksasa di Dasar Laut Sanghie, Indonesia

Sebuah gunung berapi raksasa di dasar laut di Sangihe, Sulawesi Utara dipetakan oleh ekspedisi gabungan ahli dari Amerika Serikat dan Indonesia. Gunung ini diperkirakan memiliki ketinggian 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter. Para peneliti menggunakan sistem sonar dan peralatan robotik, remotely operated vehicle (ROV) yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk mengeksplorasi dasar laut Sulawesi.

7.  Gunung Berapi Raksasa Bawah Laut Sunatera, Indonesia

Gunung api raksasa berdiameter 50 kilometer dengan ketinggian 4.600 meter ditemukan di kawasan perairan barat Sumatera. Belum dipastikan apakah gunung ini aktif. Namun jika benar, “Ini bisa sangat berbahaya,” kata ahli geologi kelautan BPPT, Yusuf Surachman Djajadihardja, seperti dimuat laman Ninemsn.com.au. Puncak gunung ini berada di 1.380 meter di bawah laut.Tim yang terdiri dari gabungan para pakar geologi Indonesia, AS, dan Perancis berhasil menemukan gunung api raksasa di bawah perairan barat Sumatera.

Gunung api tersebut berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dan berada 330 km arah barat Kota Bengkulu. Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris.

“Gunung merapi bawah laut ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia, tak ada gunung setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua,” kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surachman.

Gunung merapi bawah laut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, 330 km dari Bengkulu, di kedalaman 5,9 km dengan puncak berada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Meskipun gunung ini diketahui memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api, para pakar mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api bawah laut ini.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Categories: pengetahuan