javascript hit counter

Lupa Cara Bersyukur? Yuk, Simak Kisah Inspiratif Dari Sabar Gorky

Di zaman sekarang ini, memang sangat susah untuk menjumpai sosok manusia yang selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Maha Kuasa. Manusia selalu saja merasa kekurangan dan selalu saja tidak sabar dengan yang namanya proses atau ujian hidup. Pertemuan kali ini saya akan menyajikan sosok manusia yang tidak pernah menyerah dan selalu bersyukur walaupun dengan keadaan tubuh yang tidak utuh.

Sebelum mengenal lebih dalam sosok tersebut, saya tentunya ingin bertanya kepada para pembaca artikel ini. Sudahkah anda bersyukur sebelum di syukurin? Sudahkah anda bersabar dalam menghadapi segala cobaan dan ujian yang akan menimpa di kehidupan anda ? Saya harap pertanyaan tersebut bisa anda jawab dan anda selesaikan setelah anda mengenal sosok yang akan saya publikasikan kehidupannya dibawah ini.

Riwayat Sosok Sabar Gorky

Di Solo, Jawa Tengah ada seorang manusia yang kehilangan kaki kanannya karena sebuah kecelakaan yang dialaminya pada tahun 1990. Sosok ini bernama Sabar Gorky yang berusia 49 tahun, dengan keadaannya seperti sekarang ini, tidak membuat Sabar Gorky gampang menyerah karena keadaan atau kondisinya. Justru ia bangkit dan melanjutkan perjuangan hidupnya dengan mengukir berbagai prestasi yang sangat luar biasa.

Tidak mudah bagi Sabar Gorky mengukir prestasi yang luar biasa dengan keadaannya seperti sekarang ini. Tidak sampai disitu saja, nama Sabar Gorky ternyata sudah sangat populer di kalangan pecinta olahraga panjat dindi atau tebing dan para pendaki gunung. Bahkan bukan hanya di Indonesia saja ia terkenal, namanya juga sudah sangat mendunia. Sosok ini juga terkenal sangat ramah, hangat dan inspiratif.

Tidak sedikit Gunung yang sudah ditaklukkan Sabar Gorky dengan tekad dan kemauan yang kuat, Gunung yang sudah di dakinya adalah Gunung tertinggi di afrika, yaitu Gunung Kilimanjaro dan puncak Elbrus yang berada di Rusia. Gorky juga pernah meraih medali emas pada kejuaran Panjat Dinding Asia di Korea Selatan pada tahun 2009 lalu. Ia juga pernah menggowes sepeda dari Solo sampai Bali dan itu terjadi pada tahun 1999 silam dalam kegiatan Tour Tunggal Si Kaki Tunggal.

Sabar Gorky juga menceritakan kisah tentang kehidupannya dan tentang beratnya hidup yang harus ditanggungnya pasca kecelakaan. Ia juga bercerita berbagai usahanya untuk mendapatkan seorang gadis yang sekarang menjadi istrinya. Berikut dibawah ini adalah keterangannya yang dikutip dari laman Brillio.net.

Cerita Kehidupan Gorky Sebelum Kecelakaan 

Ia (Gorky) pada awalnya pertama kali hobinya adalah naik gunung sejak pada tahun 1986. Gunung yang pertama ia daki adalah Gunung Lawu dan cikal bakalnya sampai sekarang Gorky masih sering kesana. Pada tahun 1990 ia mengalami kecelakaan di karawang yang pada saat itu gorky jatuh sendri dan akhirnya harus kehilangan kaki kanannya untuk selamanya.

Perasaan Gorky Saat Kakinya di Amputasi

Gorky mengatakan bahwa perasaannya pada saat itu sedikit kacau semuanya. Karena pada saat itu Gorky tidak tahu siapa dirinya. Yang biasanya ia bisa lari, bisa beraktivitas seperti biasa, tapi pada akhirnya ia harus pakai bantuan tongkat untuk melanjutkan hidupnya. Saat itu juga ia tidak tahu harus bagaiman dan harus berusaha apan sungguh dia nggak ngerti. Gorky mengatakan bahwa ini adalah titik nol yang sebenar-benarnya.

Awal Kebangkitan Gorky 

Awal kebangkitan Gorky pada saat itu adalah berkat Almarhum Ibunya. Ia selalu diberi dukungan oleh keluarganya, Almarhum ibunya sempat kebingungan. Namun sang ibu selalu jadi seseorang pendobrak dan memberikan dukungan dengan mengatakan “Sudah jalani saja hidup ini, nantikan suatu saat ada jalannya sendiri” Gorky juga mengatakan bahwa sang ibu sangat sabar pada saat itu. Gorky juga sering mendengar perkataan ibunya yang mengatakan kalau rezeki nggak bakal kemana-mana, toh sudah ada yang mengatur segalanya.

Orang Yang Selalu Mendukung Gorky Selain Ibu

Teman-teman kuliah Universitas Sebelas Maret (UNS) yang pertama kali mengajaknya naik gunung pada tahun 1991. Pertama kali naik gunung, Gorky hanya sampai pada pos 3 saja, karena mengingat kondisi fisiknya seperti itu. Lalu berselang satu minggu kemudian ia menyelesaikan sampai puncaknya dan pada saat itu juga ia berpikir bahwa ini adalah kesempatan.

Lalu, Apa Yang Sebenarnya Gorky Pikirkan

Gorky mikirnya gini. Kalau saya nggak semangat siapa lagi yang akan memberi semangat kalau bukan dari hati kita sendiri. Akhirnya ia menunjukkannya dan untuk awal-awal Gorky merasa sangat senang dan mengatakan “yang penting di hati senang, kondisi fisik seperti ini nanti kalau saya nggak semangat ya sudah saya jadikan suatu kayak sampah”. Ia juga pernah juga mendapatkan cemooh dari semua orang, namun tidak membuat Gorky menyerah. Ia pun melanjutkan untuk mendaki gunung Semeru dan ia berhasil sampai puncak.

Pekerjaan Yang Pernah Digeluti Gorky

Gorky sempat melakoni pekerjaan Laundry Gedung tertinggi dan pembuatan tower panjat. Bahkan ia juga sempat menjadi pelatih pada saat itu.

Gorky Ditolak Kerja Karena Masalah Fisik

Gorky mengatakan, bahwa ia sering ditolak dari kerjaan yang dilamarnya karena fisik. Namun pada akhirnya ada seseorang yang mempercayakan untuk membershkan suatu gedung dan ia juga buat bahan dokumen, seperti Foto-foto walaupun seadanya.

Gunung Yang Sudah Pernah di Daki Gorky

Gunung yang sudah pernah didaki beliau, yakni Gunung Aconcagua, Kilimanjaro, Elbruz sama Cartenz dan banyak lagi termasuk gunung yang ada di Indonesia. Gorky juga mengatakan bahwa yang paling menantang adalah Cartenz, karena ini benar-benar latihan fisik untuk panjat tebing. Jarak yang harus di capainya sekitar 1.000 meter dengan memanjat.

Masalah Asmara Gorky Dengan Sang Istri

Pada tahun 2000 Gorky berkenalan dengan sang istri yang bernama Leni Indria, lau pada tahun 2001 ia menikah dengan istrinya tersebut dan dikaruniai seorang anak yang bernama Novalia Eka Satriani.

Lika-Liku Saat Meminta Restu Dari Mertua 

Sangat banyak sekali lika-liku yang dihadapinya pada saat itu. Bahkan sampai hampir meninggal bapak mertuanya, karena mertuanya tidak percaya kalau Gorky adalah menantunya.

Usaha Gorky Meminta Restu Mertua

Gorky mulai membuktikan pada mertuanya, dengan kekurangan-kekurangan yang ia miliki. Bahwa ia juga bisa mencari nafkah yang halal untuk istrinya dan bisa menghidupi anaknya, bahkan Gorky juga bisa meluluskan istrinya menjadi seorang sarjana.

Bagaimana pendapat anda, setelah membaca artikel diatas? masih ada perasaan tidak sabar dalam menghadapi ujian hidup yang menimpa anda. Tentu saja tidak, karena kisah diatas sangat memukul hati kita bukan? Yuk mari selalu bersyukur dalam hal apa pun.

 Bukan Rasa Bahagia Yang membuat Anda Bersyukur, Tetapi Rasa Bersyukurlah Yang Membuat Anda Bahagia” Talk Less Do More. 

Categories: motivation