javascript hit counter

Kicauan “Kata Fakir ” Dwi Estiningsih di Twitter Berujung Hukum

Indonesia kembali lagi di hebohkan oleh para pengguna media sosial tweeter. Lagi-lagi terjadi hal yang bersifat menghancurkan rasa persaudaraan antar umat beragama di Indonesia. Setiap orang pasti ingin terkenal atau dikenal oleh masyarakat. Namun ada baiknya jika anda terkenal karena prestasi dan tindakan baik yang dilakukan. Karena akan sangat tidak baik jika memanfaatkan media sosial yang tadinya diciptakan untuk mempermudah komunikasi, malah digunakan sebagai tempat untuk saling menjatuhkan antar umat beragama.

Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia itu sangat kaya. Bukan hanya dari segi kekayaan laut, gunung, dan sebagainya, tapi Indonesia juga merupakan negara yang kaya akan suku, bangsa, dan agama. Inilah yang membuat Indonesia berbeda dengan negara lainnya. Tadinya Indonesia itu sangat aman dan saling menghormati. Tapi entah kenapa, sekarang ini rakyat Indonesia sangat mudah terprovokatori oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Belum selesai kasus penistaan agama yang menimpa Gubernur Jakarta, Pak Ahok, namun sekarang kembali lagi masalah muncul dari pengguna akun tweeter bernama “Dwi Estiningsih”, yang juga merupakan seorang Psikolog. Di akun twitternya, Dia membuat status bahwa 5 pahlawan yang terdapat di Uang Rupiah baru merupakan “Pahlawan Kafir”. Tentu saja kicauan beliau di akun tweeter nya ini mendatangkan berbagai komentar dari para masyarakat.

Berikut adalah potongan kicauan dari Dwi Estiningsih yang saat ini menjadi kontroversi dan respon dari masyarakat:

 

Dwi Estiningsih dilaporkan oleh Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri) ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Forkapri mengaku tersinggung dan tidak terima dengan isi cuitan Dwi yang diduga ingin mengadu domba dan memecah belah Republik Indonesia. Tindakan yang dilakukan wanita ini sangat disayangkan oleh kebanyakan masyarakat, walaupun pro dan kontra di dalam kehidupan pasti selalu ada.

Tidak hanya mengatakan bahwa 5 pahlawan yang terdapat di uang baru, adalah kafir, Dwi Estiningsih juga memberikan kritikan terkait dengan adanya gambar pahlawan nasional Cut Meutia pada uang baru di pecahan Rp 1.000 kertas. Kritikan tersebut dilayangkannya karena gambar Cut Meutia tidak mengenakan jilbab.

Ahmad Zaenal Efendi mengatakan, sebagai anak pejuang ia merasa terhina dengan apa yang telah diungkapkan oleh Dwi Estiningsih, sehingga pihaknya malaporkan wanita ini dengan tuduhan pasal Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 terkait dengan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebagai sebuah negara yang memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, masyarakat harus saling menghormati antar pemeluk agama. Memiliki toleransi dalam beragama, menjaga ucapan, dan tindakan, merupakan salah satu bentuk kedewasaan dalam beragama dan bernegara. Cacian, hujatan, Komentar yang bersifat negatif dan bersifat provokatif sangat berpotensi menghancurkan bangsa, dan akan mengakibatkan perselisihan antar bangsa sendiri. Di tengah maraknya isu perpecahan agama di negara-negara di dunia, ada baiknya agar anda selaku masyarakat di suatu negara harus lebih bijaksana dalam segala hal agar terhindar dari hal-hal buruk, yang akan merugikan anda. Seperti tindakan yang dilakukan oleh wanita ini.

Categories: Kontent,News