javascript hit counter

Bayi Tabung Pertama di Dunia Berasal Dari Manchester, Inggris

Semua pasangan yang sudah menikah, pasti ingin memiliki bayi atau keturunan. Biasanya, kehamilan pertama pada pasangan yang sudah menikah, merupakan sesuatu yang paling membahagiakan. Kehadiran bayi pertama yang sering disebut sebagai malaikat kecil dalam keluarga ini, akan disambut dengan penuh sukacita, oleh semua anggota keluarga. Bahkan beberapa suku akan membuat sebuah perayaan khusus untuk menyambut kehadiran bayi tersebut.

Akan tetapi, tidak semua wanita bisa hamil dan melahirkan seorang bayi. Banyak pasangan yang sudah menikah lama, tapi belum memiliki anak. Berbagai cara telah dilakukan, baik yang bersifat tradisional dan sebagainya, namun hasilnya masih tetap sama. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, yang mungkin berasal dari internal maupun eksternal.

Namun, semakin berkembangnya zaman, teknologi juga semakin canggih.Beberapa dokter ataupun ilmuan mencoba mencari cara agar pasangan yang tidak mempunyai anak, atau sulit untuk mendapatkan anak, bisa memiliki anak atau keturunan. Tentu saja hal ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, karena untuk menghasilkan sesuatu yang baik, memerlukan proses yang matang dan tidak terburu-buru. Setelah melewati proses yang cukup panjang, akhirnya terciptalah sebuah program yang disebut Bayi Tabung. Program ini tentu saja tidak langsung mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat. Sebagian masyrakat mengecam program in, karena di anggap melanggar norma-norma.

Akan tetapi, semakin majunya teknologi, semakin berkembangnya zaman, maka semakin maju dan berkembang pula pikiran dan pengetahuan masyarakat. Beberapa masyarakat lambat laun mulai menerima kehadiran program bayi tabung ini.

Apa Itu Bayi Tabung?

Masyarakat mungkin tidak asing lagi dengan istilah bayi tabung, karena istilah ini sudah sangat populer di masyarakat. Tetapi, pengetahuan masyarakat tentang pengertian atau makna dari bayi tabung itu sendiri mungkin masih sangat minim. Kebanyakan orang berfikir, bahwa bayi tabung adalah Bayi yang dilahirkan di dalam tabung.

Bayi tabung adalah salah satu teknologi kedokteran modern yang membantu penyelesaian masalah reproduksi pada manusia. Di dalam proses teknologi bayi tabung, sel sperma ayah dan sel telur ibu bertemu di luar tubuh ibu. Pertama-tama, dokter mengambil sel sperma dari ayah dan sel telur dari ibu. Kemudian, dalam keadaan steril, sel sperma dan sel telur tersebut dipertemukan. Biasanya, tempat pertemuan tersebut dilakukan didalam tabung atau cawan petri. Setelah sel sperma dan sel telur bertemu, calon bayi pun akan terbentuk. Selanjutnya, calon bayi dipindahkan keperut ibu. Ibu pun menjalani kehamilan seperti ibu-ibu lain pada umumnya, sampai bayi dilahirkan. Namun, program bayi tabung ini biasanya dianjurkan oleh dokter kepada pasangan yang sulit memiliki keturunan. Hal tersebut dikarenakan memang teknik bayi tabung ini relatif cukup mahal biayanya.

Program bayi tabung ini ditemukan dan pertama kali dilakukan oleh 2 orang dokter yaitu Dr. Robert G. Edwards dan Patrick C. Steptoe. Kedua dokter tersebut berhasil membantu kelahiran bayi tabung pertama bernama Louise Brown yang bertempat di daerah Manchester, Inggris pada tanggal 25 Juli 1978. Brown dilahurkan di Rumah Sakit Bristol di London, Inggris. Suksesnya kelahiran bayi tabung pertama ini disambut dengan luar biasa antusias oleh masyarakat di Inggris. Kabar ini kemudian tersebar sampai ke seluruh dunia.

Louise Brown kini hidup di inggris dan aktif bekerja di sebuah pusat perawatan bayi. Teknologi bayi tabung kini telah menjadi sumber harapan bagi pasangan yang ingin memperoleh keturunan, dan telah dipakai oleh setidaknya 70% dari semua pasangan yang mencoba mencari pemecahan atau terapi untuk mendapatkan keturunan. Di Indonesia sendiri, teknologi bayi tabung sudah cukup populer. Bayi tabung pertama yang dilahirkan di Indonesia adalah Nugroho Karyanto yang lahir pada 2 mei 1988. Bayi tersebut dilahirkan di Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan kita, jakarta. Sampai sekarang, RSAB Harapan kita telah memproses lebih dari 300-an bayi tabung.

Munculnya teknologi bayi tabung ini, dianggap sebagai sesuatu yang merupakan berkah luar biasa bagi pasangan yang tidak bisa ataupun sulit memiliki anak, meskipun beberapa pasangan tersebut sama-sama subur dan tidak mandul. Hal seperti ini biasanya terjadi pada wanita, dimana meskipun wanita tersebut sangat subur, tetapi bagian organ reproduksinya mengalami kelainan sehingga dia tidak bisa hamil.

Dengan adanya bayi tabung ini, pasangan tersebut tetap bisa mempunyai anak, meskipun pembuahan dilakukan diluar. Pada awalnya pasangan tersebut diharuskan untuk Mengetahui apa sebenarnya Bayi Tabung itu, dan bagaimana sistemnya secara rinci, setelah itu baru kemudian mereka akan dilatih untuk mempersiapkan mental tentang semua kemungkinan yang bisa terjadi. Setelah pasangan tersebut siap, barulah dilakukan pengambilan sel telur dari sang wanita dengan menggunakan alat bernama Laparoscop, dan juga pengambilan sperma dari pria dengan cara manual (masturbasi).

Sel telur dan sperma tersebut dipertemukan dalam sebuah wadah steril berbentuk seperti mangkuk dan kemudian menunggu terjadinya pembuahan. Setelah pembuahan berhasil, maka akan berkembang menjadi embrio dan embrio itulah yang nantinya akan dimasukkan kembali ke dalam rahim sang wanita. Nantinya jika berhasil, wanita tersebut akan mengalami masa kehamilan, dan dia bisa melahirkan sang bayi seperti layaknya orang normal.

Categories: Kontent,techno