javascript hit counter

Mitos Mengenai Otak Yang Ternyata Salah

Otak kita adalah sesuatu yang luar biasa dan kompleks, tetapi kurangnya pengetahuan kita mengenai otak memunculkan berbagai macam mitos dari waktu-waktu. Apa saja mitos tersebut? .

“Lebih besar lebih baik”

Slogan ini memang berlaku untuk sebagian organ, tetapi tidak demikian dengan otak. Coba kita lihat otak paus, yang hampir 6 kali lebih besar dari manusia, seketika juga mitos ini terpatahkan. Ya, paus memang hewan yang cerdas, tapi keterampilan kognitif mereka tidak sebanding dengan kita.

Alkohol membunuh sel-sel otak kita

Alkohol tidak benar-benar membunuh sel-sel otak kita. Walau benar alkohol dapat merusak dan membuat penyampaian pesan antar neuron bermasalah, sebagian besar kerusakan tersebut dapat disembuhkan. Demikian pula halnya dengan narkoba, narkoba tidak benar-benar membuat lubang di otak kita. Tetapi beberapa dapat merubah fungsi dan struktur otak kita secara permanen, satu-satunya hal yang dapat membuat lubang di otak kita adalah trauma fisik (misal: kecelakaan). Untungnya otak kita terdiri dari 100 milyar sel (benarkah?).

Otak kita terdiri dari 100 milyar sel

Secara mengejutkan, barulah sampai tahun 2009 ilmuan menemukan jumlah sebenarnya dari sel otak kita, yaitu hampir 86 milyar. Kedengarannya memang hanya berbeda sedikit, tetapi 14 milyar neuron itu setara dengan ukuran keseluruhan otak baboon. Untuk melihat angka ini dalam perspektif yang berbeda, anggap bahwa 1 juta detik adalah 12 hari, sedangkan 1 milyar detik adalah 31 tahun. Jadi perbedaan 14 milyar neuron ini mungkin sama sekali tidak kecil.

Tapi berapapun jumlahnya, kita tidak bisa menggunakan sel-sel tersebut 100% kan?

Kita hanya bisa menggunakan sekitar 10% dari keseluruhan otak kita

Kebanyakan film dan buku fiksi ilmiah menyesatkan kita dengan membuat kita percaya bahwa kita manusia hanya dapat menggunakan 10% dari otak kita.. yang ternyata hanyalah omong kosong. Kita ucapkan terima kasih kepada teknologi scanning otak modern, sehingga kita bisa tahu bahwa sebenarnya kita menggunakan seluruh otak kita – sepanjang waktu!.

Tetapi belum tentu semuanya sekaligus, misalnya ketika kita berjalan, bagian otak yang berhubungan dengan gerakan akan lebih aktif dibanding bagian lain. Namun, tidak ada bagian dari otak yang sama sekali tidak melakukan apa-apa. Otak mewakili 3% persen dari berat badan kita dan menggunakan 20% persen energinya. Otak kita ternyata sibuk!

Tapi bukankah umumnya kita menggunakan satu sisi otak lebih dari sisi yang lain?

Tipe otak kiri atau otak kanan?

Meskipun anda yakin bahwa jika anda lebih logis atau analitis berarti anda adalah tipe ‘otak kiri’ , dan jika anda lebih kreatif atau intuitif berarti anda adalah tipe ‘otak kanan’, hal ini sebenarnya tidaklah benar. Memang benar sisi otak yang berbeda digunakan untuk tugas yang berbeda pula, misalnya bahasa menggunakan otak kiri sedangkan otak kanan membantu untuk membaca emosi, namun studi terhadap ribuan individu tidak menemukan bukti bahwa terdapat dominansi dari otak kiri atau kanan pada seseorang. Dengan kata lain, anda menggunakan kedua sisi secara seimbang.

Manusia memiliki 5 indera

Sesungguhnya kita tidak benar-benar memiliki 5 indera seperti yang selalu diajarkan pada lagu-lagu TK, faktanya, kita memiliki jauh lebih banyak dari itu!. Seperti nociception yaitu indera untuk merasakan sakit, atau proprioception, indera yang mengenai bagaimana tubuh kita diposisikan. Belum lagi indera kesimbangan, indera suhu dan indera untuk merasakan berjalannya waktu.

Imuwan di GE’s Global Research Center telah berkolaborasi dengan peneliti dan institusi terkemuka untuk mengungkap wawasan baru tentang fungsionalitas otak. Jika anda tertarik dalam membongkar lebih banyak mitos atau lebih memahami otak, anda dapat mengikuti perkembangannya melalui GE Reports.

 

Categories: info