javascript hit counter

Kisah Inspiratif Lengkap Pemilik Whatsapp

Kamu mungkin hanya menggunakan aplikasinya saja dan tidak mengetahui story dari pemilik whatsapp. Siapakah nama kepemilikannya? Bagaimana cerita kehidupan pemilik aplikasi tersebut? Seperti apa sih wajah pemiliknya?

Disini saya akan menjawab semua pertanyaan yang mungkin ada dalam benak pengguna Whatsapp. Saya juga akan memberikan info terkini tentang pemilik aplikasi tersebut sampai pada kejayaannya.

WhatsApp saat ini dikenal sebagai salah satu aplikasi instan messaging yang paling banyak digunakan di dunia. Pendiri aplikasi tersebut bernama Jan Koum bersama dengan Brian Acton. Namun tahukah kamu dibalik kesuksesan WhatsApp terselip sebuah kisah inspiratif yang penuh perjuangan dari salah satu pendirinya yaitu Jan Koum. Berikut cerita hidupnya yang dulu dan sampai pada kejayaannya.

Pada usia 17 tahun, Jan Koum hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan yang tidur beratapkan langit dan beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih di supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koummembatin.

Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya saja. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out karena lebih suka belajar programming secara autodidak.

Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama tujuh tahun. Di tempat itu pula ia berteman akrab dengan Brian Acton. Tujuh tahun bekerja di Yahoo kemudian membuat Jan Koum bersama Brian Acton memutuskan mundur pada tahun 2007 dari Yahoo. Setelah itu mereka kemudian menghabiskan waktunya dengan berlibur dan berwisata di daerah Amerika Selatan selama setahun.

Setelah liburan selama setahun, Jan Koum bersama Brian Acton kemudian mencoba untuk melamar pekerjaan di Facebook, namun mereka berdua ditolak. Kemudian pada tahun 2009, saat itu Iphone sedang mengalami ketenaran dan Jan Koum pun membelinya,

Ia kemudian tertarik pada kumpulan kontak di iPhone dan juga pada app store, ia melihat potensi besar dari aplikasi app store di iPhone yang kemudian memberinya sebuah ide yaitu menciptakan aplikasi yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di iPhone. Ide itulah yang kemudian mendorong terciptanya aplikasi WhatsApp.

Jan Koum memiliki teman yang bernama Alex Fishman dan kemudian ia menceritakan ide tersebut kepadanya. Mendengar ide tersebut, Alex Fishman kemudian memperkenalkanJan Koum dengan Igor Solomennikov kepada seorang developer aplikasi iPhone. Dari perkenalannya dengan Igor, si pemilik aplikasi kemudian berhasil mewujudkan idenya tersebut dan kemudian menciptakan aplikasi yang kemudian ia namakan dengan Whatsapp.

Dari situ ia kemudian mendirikan perusahaan WhatsApp Inc yang berbasis di California pada bulan Februari 2009. Jan Koum banyak menghabiskan waktunya dengan mengembangkan aplikasi ciptaannya tersebut meskipun aplikasi tersebut buatannya masih sering mengalami crash dan bisa dikatakan belum sempurna dan masih dalam versi awal. Saat diluncurkan aplikasinya, hanya di download sekitar 250 orang saja dan kebanyakan dari teman-teman Jan Koum sendiri.

Perkembangan WhatsApp yang lambat membuat Jan Koum hampir menyerah. Dari situ timbul niat Jan Koum untuk menghentikan pengembangan aplikasi tersebut dan berniat untuk bekerja apa saja. Ketika hampir menyerah, teman baiknya Brian Acton kemudian menyuruhnya untuk terus mengembangkan aplikasi WhatsApp buatannya dan memberi waktu beberapa bulan melihat potensi besar aplikasi tersebut.

Memasuki tahun 2011, WhatsApp buatan Jan Koum berhasil masuk dalam 20 besar aplikasi populer di App Store dan investor Sequoia Capital yang menyuntikkan dana sebesar 50 juta dollar ke WhatsApp dan membuat nilai aplikasi ini melambung menjadi 1,5 Milyar Dollar. Hal ini kemudian membuat perusahaan Facebook merayu Jan Koum untuk menjual WhatsApp namun ditolaknya. Terus berkembang kemudian pada tahun 2013, WhatsApp berhasil memiliki pengguna aktif sekitar 200 juta.

Google dan Facebook kemudian berebut untuk mengakusisi WhatsApp yang saat itu berkembang dengan pesat. Hingga kemudian pada tahun 2013 Jan Koum bersama Brian Acton setuju untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai sebesar 19 Millar Dollar. Menjadikan keduanya sebagai orang kaya baru berkat perjuangan mereka mengembangkan aplikasi whatsapp, setelah aplikasinya berhasil dibeli oleh Facebook, kekayaannya melonjak drastis sebesar 6,8 Milyar Dollar atau sekitar 80 Trilyun Rupiah dan di tahun 2015 lalu kekayaannya naik sebesar 7,9 Milyar Dollar atau sekitar 109 Trilyun rupiah menurut majalah Forbes.

Setelah resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana pada saat berumur17 tahun, setiap pagi ia mengantri untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Jan menyandarkan kepalanya ke dinding tempat yang dulu dia mengantri. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang. Secara perlahan air matanya pun meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

”Saya sudah mengenal Jan cukup lama, kami memiliki visi yang sama dan saya sangat senang bahwa Jan telah setuju untuk bergabung dengan dewan Facebook dan bermitra dengan saya untuk membentuk masa depan Facebook serta WhatsApp,” begitulah ujar Zuckerberg sang pemilik facebook, dikutip dari laman Daily Mail, Jumat (21/2).

Demikianlah kisah inspiratif pemilik whatsapp, semoga bisa menambah wawasan kita semua. Saya penulis artikel ini mengucapkan banyak terima kasih atas perhatiannya.

Categories: History