javascript hit counter

Banda Neira, Pulau Maluku Tengah Yang Diselimuti Sejarah

Negara Indonesia memang sudah terkenal dengan beberapa pulaunya yang menawan dan pesona alamnya yang sangat indah sekali. Dari sabang sampai maraoke memang terdapat 17.508 pulau, tentu ini angka yang sangat banyak sekali ya guys. Dari 17.508 pulau yang ada di Indonesia dan seperti yang kita ketahui sebelumnya, sangat tidak mungkin sekali kalau kita akan mendatangi seluruh pulau di Indonesia dengan segitu banyaknya hanya dalam waktu yang singkat.

Indonesia juga terkenal dengan sebagai negara yang luas, tentunya ini membuat para traveller untuk menggelengkan kepalanya. Ketika ditanya, apakah bisa menjelajahi setiap sudut negara ini? Dengan pertanyaan ini yang membuat para traveller untuk menggelengkan kepalanya. Namun untuk menjelajahi seluruh setiap sudut negara Indonesia adalah salah satu impian para traveller yang berada di Indonesia itu sendiri.

Selain terkenal karena pulau-pulaunya yang berjejer dari sabang sampai marouke, Indonesia juga terkenal dengan beragam kebudayaan, Bahasa, Suku dan masih banyak lagi yang masih tersimpan di negara ini. Jika kita akan membahas kekayaan indonesia seluruhnya, mungkin dua hari dua malam tidak akan selesai mencerritakan atau membahasnya.

Nah, pada perjumpaan kali ini kita akan membahas salah satu kekayaan dari pulau Indonesia yang berada di Wilayah Maluku Tengah dan tepatnya di kepulauan Banda. Disana kita akan menjumpai pulau yang bernama Banda Neira, banyak juga kekayaan dan cerita di Pulau yang satu ini. Mungkin bagi yang pertama kali mendengar nama pulau ini, sudah pasti dalam pikirannya ini adalah salah satu grup Musik yang berasal dari India.

Ya, maklum saja pulau ini cukup jauh dari kota-kota besar guys. Jadi mungkin saja baru petama kalinya dan disinilah mendengar nama pulau tersebut. Padahal Banda Neira ini sangat terkenal pada era pendudukan asing pada jama dahulu. Mengingat begitu besarnya nilai sejarah yang ada di pulau ini, maka kegiatan pertama yang harus dilakukan saat liburan ke tempat tersebut adalah Wisata bersejarah. Karena di pulau ini sangat banyak terdapat bangunan-bangunan kuno peninggalan VOC dan portugis.

Sejarah Pulau Banda Neira

Paling pertama kali yang kita jumpai saat ke pulau ni adalah benteng Belgica. Karya arsitektur ini dibuat oleh bangsa portugis pada abad ke 16. Beberapa waktu berselang, negara Belanda pun mengambil alih benteng tersbut dan memberi namanya dengan Fort Belgica. Lalu bangunan ini pun jadi salah satu benteng pertahanan lainnya yang ada di Banda Neira selain dari Benteng Nassau. Pada zaman VOC, benteng ini juga menjadi salah satu saksi bisu penderitaan yang dialamioleh masyarakat Banda yang wilayahnya dikuasai orang-orang asing.

Fort Belgia pun difungsikan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda sekaligus untuk memantau lalu lintas kapal dagang. Bangunan yang penuh sejarah ini sekarang mash sangat eksis dan jadi salah satu aset pariwisata di Banda Neira. Bangunanya yang menyerupai bangunan-bangunan kuno di Eropa sangat menarik banyak orang untuk berfoto disana. Selain itu, pemandangan alam yang terlihat dari atas benteng Belgica pun sangat indah sekali.

Pengunjung bisa belajar sejarah sambil melihat perairan Banda yang sangat wow sekali, daratan di Kepulauan Banda yang hijau dan bisa juga melihat indahnya matahari yang akan terbenam. Yang lebih menariknya lagi guys, benteng ini terlihat sangat menyerupai bentuk gedung Pentagon yang ada di Amerika Serikat jika kita melihatnya dari atas. Bahkan karena itu juga, banyak orang yang menyebutnya sebagai The Indonesian Pentagon.

Pernah juga salah satu rumah yang berada di Banda Neira dijadikan tempat pengasingan Bung Hatta. Bung Hatta adalah sosok yang sangat aktif dalam pergerakkan politik bersama Organisaso PNI yang di pimpin oleh Sultan Syahrir. Pergerakkan-pergerakkan yang dilakukan Bung Hatta bersama PNI pun mendapat atensi lebih dari pemerintah Belanda. Lalu Nelanda pun akhirnya mengasingkan Bung Hatta ke kawasn terpencil Digul, di Papua sebelum akhrnya dipindahkan ke Banda Neira dua tahun.

Di sanalah bung Hatta dan Sutan Syahrir banyak melakukan aktivitas bersama mesyarakat setempat. Hebatnya lagi, dia msaih sempat-sempatnya menjadikan rumah pengasingannya sebagai tempat untuk mengajar masyarakat disana. Di rumah yang sekarang beralih fungsi menjadi Museum pengasingan bung Hatta, ada juga terdapat banyak benda-benda peninggalan masa lampaunya seperti papan tulis, Foto hingga mesin tik pun masih ada. Rumah ini sudah pasti sangat cocok sekali bagi para Traveller yang sangat menyukai foto dengan konsep Vintage.

Kedua bangunan tersebut hanya sebagian kecil dari sejarah perjuangan Indonesia di jaman penjajahan. Masih banyak bangunan lain yang bisa dikunjungi untuk menambah referensi kita tentang sejarah Indonesia seperti gereja tua Hollandische Kerk yang pernah hancur akibat gempa bumi dan Rumah Budaya Banda Neira yang berisi barang-barang peninggalan Belanda.

Selain kaya sejarah, Banda Neira juga punya pamandangan alam yang sangat indah. Untuk membuktikannya, kalau kamu bisa pergi ke gunung api Banda sekaligus pulau vulkanis yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari dermaga Banda Neira. Di gunung api tersebut, kamu bisa melihat gugusan kepulauan Banda yang eksotis. Waktu terbaik untuk pergi ke gunung ini adalah saat sebelum fajar agar tidak kepanasaan karena suhu rata-rata di Banda Neira saat siang hari tergolong panas.

Keindahan Banda Neira juga bisa dinikmati dari bawah laut. Banda Neira memiliki spot menyelam yang sangat menawan. Di sini, terdapat berbagai terumbu karang lengkap dengan ikan-ikan kecil yang bernenag di dekatnya. Menariknya, karang-karang tersebut berkembang akibat letusan gunung api pada tahun 1988.

Namun, pastikan kamu membeli tiket maskapainya pada hari saat kapal penyebrangan menuju Banda Neira sedang beroperasi, karena penhyebrangan ke Banda Neira tidak dilakukan setiap hari. Jika kamu ingin kesana sih, tidak ada paksaan kok. Kami hanya memberikan ulasannya saja yang sangat bersejarah serta keindahannya.

Itulah ulasan bersejarah dari Pulau Banda Neira yang berada di Maluku Tengah tersebut. Tidak ada salahnya kalau berlibur kesana bersama keluarga dan sanak saudara kalian, Sekaligus belajar sejarah juga disana guys. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan sejarah di Indonesia bagi para pembaca sekalian. Akhir kata kami mengucapkan banyak terimakasih. Selamat berlibur.

Categories: History