javascript hit counter

Vaksinasi, Langkah Tepat Untuk Cegah Tetanus

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya jatuh sakit. Kalau tidak, mungkin tidak akan ada yang namanya dokter ataupun rumah sakit di dunia ini. Setuju nggak? Kecuali anda adalah salah satu ‘manusia mutan’ ataupun ‘superhero’ seperti yang ada di dalam film-film. Meskipun antibodi masing-masing orang berbeda-beda satu sama lain, tapi tetap saja kan mereka semua memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit.

Nah, itulah sebabnya mengapa sejak anda masih kecil atau berusia balita, orangtua anda pasti akan membawa anda ke puskesmas atau rumah sakit tertentu untuk mendapatkan imunisasi. Imunisasi inilah yang akan membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh si anak. Salah satu imunisasi yang harus dilakukan adalah imunisasi untuk menangkal yang namanya penyakit Tetanus.

Vaksin Tetanus merupakan bagian dari kebutuhan tubuh manusia yang berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Para medis menyebut obat ini sebagai Vaksin Imunogenik. Selain jenis vaksin ini, para medis juga tentunya memiliki Vaksin Patogenik, yang biasanya digunakan juga untuk melakukan pencegahan dari serangan bakteri penyebab Tetanus.

Sebenarnya masih banyak lagi bermacam-macam jenis Vaksin yang bisa anda temukan, misalnya berbagai dari Vaksin Pra-Nikah yang digunakan bagi para wanita saat akan melaksanakan pernikahan. Metode semacam ini sudah diterapkan lho ke beberapa negara di dunia.

Konvensional Vaksin Tetanus juga sangat dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)yang  harus diberikan secara rutin kepada anak atau orang dewasa, bahkan vaksin ini juga diberikan kepada para wisatawan yang akan bepergian dari satu daerah ke daerah lainnya. Selain sebagai tindakan pencegahan, hal tersebut juga dilakukan karena bahaya Tetanus tidak boleh dianggap remeh.

Tetanus biasanya disebabkan oleh jenis bakteri yang dikenal dengan sebutan Clostridium Tetani. Clostridium Tetani ini merupakan bakteri Anaerob yang pada dasarnya tidak membutuhkan oksigen untuk bisa bertahan hidup. Bakteri semacam inilah yang sangat mudah berkembang dengan cepat pada saat seseorang mengalami luka tusuk atau luka yang kotor pada kulit bagian dalam.

Akan tetapi dengan ditemukannya Vaksin Tetanus, maka tindakan pencegahan infeksi karena bakteri ini pun pada akhirnya bisa dicegah, sehingga tidak ada bakteri penyebab tetanus yang tertinggal pada luka tersebut.

Gejala Yang Timbul Akibat Tetanus

Ketika seseorang terkena tetanus, maka toksin yang dihasilkan atau diproduksi oleh bakteri tetanus ini biasanya akan menimbulkan beberapa gejala yang akan dialami oleh si penderita selama 3 hari atau bahkan bisa sampai 3 minggu setelah si penderita terinfeksi bakteri tersebut. Gejala yang pertama kali muncul atau dirasakan oleh tubuh adalah kekakuan pada rahang, sehingga akan mempersulit si penderita untuk membuka mulutnya.

Selain itu, ada juga beberapa gejala lain yang perlu anda perhatikan, seperti:

  • Nyeri kepala
  • Kekakuan otot yangdimulai dari rahang, lalu menjalar ke leher, kaki, tangan dan perut
  • Kesulitan menelan
  • Gelisah
  • Mudah marah
  • Nyeri tenggorokan
  • Demam dan berkeringat
  • Rasa berdebar-debar
  • Tekanan darah dapat tinggi maupun rendah
  • Spasme otot wajah yang menyebabkan wajah penderita seperti tersenyum atau menyeringai

Jika sudah merasakan gejala seperti yang telah disebutkan diatas tadi, segeralah periksakan ke dokter agar anda bisa segera mendapatkan penanganan secara medis. Jangan coba-coba untuk mengabaikan gejala tersebut karena Tetanus itu sendiri bisa mengakibatkan kematian, yang awalnya membuat anda kesulitan bernapas.

Kemungkinan anda akan diberikan vaksin tetanus untuk merangsang produksi antibodi tubuh terhadap racun tetanus yang masuk ke dalam tubuh dan melindungi seseorang dari gejala-gejala di atas atau rasa sakit yang mungkin dialami akibat penyakit ini. Penyakit semacam ini juga bisa menyerang bayi yang perawatan tali pusarnya tidak memadai pada saat bayi lahir.  Jadi berhati-hatilah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia telah merekomendasikan pemberian vaksin ini ketika bayi berusia 2, 3 dan 4 bulan, kemudian memberikan vaksin ulangan atau booster pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Pada anak berusia di atas 10 tahun dan orang dewasa yang belum pernah divaksinasi waktu kecil, vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali setiap satu bulan sekali, yaitu berupa vaksin jenis Td/IPV.

Cara dan Jadwal Pemberian Vaksin Tetanus 

Vaksin tetanus biasanya diberikan melalui suntikan pada otot lengan atas (deltoid). Jika anda tidak pernah mendapat vaksin tetanus saat masih anak-anak, maka anda harus mendapatkan vaksin DT sebanyak 3 kali, yang harus diberikan dalam jangka waktu 7-12 bulan. Jika anda berusia di bawah 65 tahun, maka salah satu dari ketiga vaksin di atas harus mengandung toksin pertussis (DPT).

Vaksin pertussis juga akan diberikan pada orang yang sering berkontak dengan bayi atau pasien. Setelah usai memperoleh vaksin lengkap sebanyak 3 kali, dapatkan vaksin ulang setiap 10 tahun sekali.

Selain jenis vaksin tersebut, ada beberapa jenis vaksin lainnya yang juga bisa melindungi Anda dari tetanus, yang biasanya bisa dikombinasikan dengan vaksin penyakit lain, seperti batuk rejan atau pertusis. Berikut ini adalah jenis-jenis vaksin lain yang juga bisa digunakan untuk mencegah dan melindungi Anda dari penyakit tetanus tersebut:

  1. Vaksin DPT (Difteri Pertusis Whole Cell Tetanus)
  2. Vaksin TDAP (Difteri Acelluler Pertusis Tetanus)
  3. Vaksin Td (Difteri Tetanus)
  4. Vaksin TT (Tetanus Texoid)

Setelah mengetahui jenis Vaksin Tetanus tersebut, maka disini juga akan dijelaskan mengenai jadwal pemberian suntikan kepada si penderita untuk mencegahnya dengan dosis yang sudah di anjurkan oleh para medis. Berikut jadwal pemberian dosis obat tersebut :

  1. TT 1, diberikan dengan dosis 0,5 cc.
  2. TT 2, jarak pemberian 4 minggu setelah TT 1, dapat memberikan perlindungan selama 3 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
  3. TT 3, jarak pemberian 6 bulan setelah TT 2, masa perlindungan 5 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
  4. TT 4, jarak pemberian 1 tahun setelah TT 3, masa perlindungan 10 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
  5. TT 5, jarak pemberian 1 tahun setelah TT 4, masa perlindungan 25 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.

Namun Vaksin Tetanus itu sendiri juga memiliki efek samping yang akan dirasakan si penderita. Akan tetapi jika mengingat manfaat dari obat tersebut, mungkin akan sejenak dilupakan efek samping tersebut. Berikut adalah efek samping yang akan dirasakan usai pemberian Vaksin Tetanus :

  • Nyeri, pembengkakan, dan kemerahan pada tempat bekas suntikan vaksin
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot
  • Lelah

Nah, bagaimana jika seseorang akan mengalami reaksi alergi yang akan di timbulkan si penderita usai mendapatkan penangan obat dengan Suntikkan tersebut. Biasanya reaksi yang ditimbulkan hanya dalam waktu yang singkat setelah vaksinasi. Berikut Gejala seseorang alergi usai mendapatkan Vaksin :

  • Kulit kemerahan, gatal atau bengkak
  • Kesulitan bernapas atau gangguan pernapasan lainnya
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri perut atau kram perut
  • Pusing
  • Tekanan darah rendah
  • Denyut jantung cepat

Kalau sudah merasakan keluhan-keluhan diatas usai menjalankan Vaksinasi, segeralah mendatangi dokter yang bisa menanganinya.

Kaum Yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin Tetanus

Memang rada mengejutkan sedikit, ternyata tidak semua kaum boleh mendapatkan Vaksin tersebut. Apalagi jika wanita yang sedang hamil juga mendapatkan vaksin dengan melakukan penggabungan antara DPT. Ramuan semacam ini juga sudah dianjurkan sebelum hamil. Maka dari itu ada yang namanya Vaksin Pra-Nikah, guna untuk menjaga janin dari infeksi bakteri tetanus. Berikut juga deretan kaum yang tidak boleh menerima Vaksin Tetanus :

  • Menderita Epilepsi
  • Menderita gangguan sistem saraf
  • Memiliki riwayat nyeri hebat atau pembengkakan berat setelah pemberian vaksin tetanus (alergi)
  • Memiliki riwayat menderita sindrom Guillain Barre

Maka dari itu, jika anda sedang mengalami beberapa penyakit diatas, ada baiknya kalau menunggu setelah keadaan kesehatan anda membaik sebelum menerima Vaksin Tetanus tersebut.

Selain vaksin untuk tetanus, beberapa ilmuan juga telah menciptakan beberapa jenis vaksin untuk mencegah penyakit lainnya. Pada tahun 1796, Edward Jenner berhasil menemukan vaksin untuk penderita cacar air.

Selanjutnya pada tahun 1885, ada lagi seseorang yang bernama Louis Pasteur yang telah meracik vaksin untuk penderita rabies dan diiringi juga dengan melakukan penemuan vaksin untuk penyakit lainnya. Termasuk juga pada saat ini, Vaksin yang dikenal untuk mengobati penderita tetanus.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai betapa pentingnya vaksinasi tetanus untuk masyarakat. Ingat, penyakit sekecil apapun bisa berpotensi mematikan. Jadi jangan pernah anggap remeh terhadap suatu penyakit. Sebisa mungkin ketika anda sedang mengalami gejala suatu penyakit tertentu, segeralah periksakan ke dokter. Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari. Mengertikan? Semoga saja artikel ini bisa menjadi informasi yang berguna untuk anda.

Note : “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”

Categories: healthy