javascript hit counter

Abses Payudara: Gejala, Penyebab, Diagnosa Serta Pengobatan

Tubuh adalah satu amanah yang memang harus dijaga oleh setiap manusia, tanpa harus ada alasan apapun untuk tidak menjaga kesehatan tubuh anda, Khususnya bagi para wanita yang memiliki payudara. Setiap wanita juga harus mengetahui segala penyakit yang akan menyerang payudaranya pada saat kesehatan mahkota tersebut tidak jaga dengan baik. Pada artikel kali ini, saya akan membahas lebih dalam lagi mengenai Abses Payudara. 

Apa sih Abses payudara ituApakah itu sejenis penyakit? Lantas apa saja yang akan menyebabkan terjadinya hal semacam itu. Nah, kalau memang itu peyakit, sudah pasti ada pengobatannya serta pencegahannya juga dong? Ya’ tentu saja semua pertanyaan anda itu akan saya jawab dengan satu artikel saya kali ini. Agar anda bisa lebih memahami segalanya tentang Abses Payudara. Yuk mari simak lebih lanjut tentangnya.

Abses Payudara itu adalah satu benjolan yang akan terbentuk pada payudara wanita dikarenakan banyaknya nanah yang berkumpul dan akan terasa nyeri juga. Kebanyakan memang benjolan semacam itu akan muncul pada bawah lapisan kulit. Pada umumnya, Abses Payudara tersebut akan dialami dari sebagian wanita yang berusia 18 tahun hingga 50 tahun. Apalagi pada ibu-ibu yang sedang dalam masa menyusui, sangat disarankan untuk terus menerus menyusui bayinya.

Namun dengan keadaan seperti itu para dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menggunakan Pompa ASI saja. Karena guna mengeluarkan ASI dari payudara yang sudah terkena Abses Payudara tersebut. Akan tetapi ada baiknya juga jika anda untuk mengetahui gejalanya. Agar anda bisa lebih lanjut mengetahui, penyakit apa yang anda derita pada saat anda memberikan keluhan dengan dokter anda. Berikut dibawah ini ulasannya.

Gejala Abses Payudara

Dengan mengetahui apa saja gejala yang akan ditimbulkan para penderita penyakit tersebut, anda bisa melakukan pencegahan setidaknya. Ciri-ciri benjolan yang akan timbul pada abses payudara sangat bisa anda kenali melalui dari pola tepiannya yang teratur dan akan memiliki tekstur yang sangat halus. Memang akan terlihat padat yang menyerupai benjolan Kista. Selain rasa nyeri yang akan dirasakan para penderitanya, ada juga gejala lainnya yang juga bisa anda ketahui. Berikut dibawah ini :

  • Demam tinggi
  • Kemerahan
  • Badan terasa tidak sehat
  • Benjolan terasa panas
  • Kulit di sekitar abses ikut membengkak

Nah, setelah anda sudah mengetahui berbagai gejala diatas yang akan ditimbulkan para penderita penyakit Abses Payudara. Saya juga sudah merangkum segala penyebab, mengapa penyakit tersebut bisa menyerang para wanita. Yuk, simak lebih dalam lagi, agar anda dapat mengetahui segalanya mengenai penyakit Abses Payudara.

Penyebabnya

Pada umumnya, Abses Payudara sangat berhubungan dengan Mastitis. Mastitis adalah suatu peradangan yang terdapat pada payudara dan sangat mudah dijumpai pada ibu yang menyusui. Hal seperti ini disebabkan, payudara yang akan membengkak akan terasa nyeri. Mastitis juga disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Aureus yang akan masuk ke dalam payudara wanita melalui luka atau celah yang kecil pada puting. Lalu, Infeksi akan terjadi pada saat bakteri akan berkembangbiak secara tidak terkontrol.

Sistem kekebalan tubuh juga akan mengirimkan sel-sel darah putih pada bagian-bagian yang sudah terinfeksi dengan menyerang bakteri tersebut. Namun serangan sel darah putih ini juga akan sangat melibatkan jaringan tubuh pada bagian yang terinfeksi bakteri akan ikut mati juga sehingga akan muncul kantung yang berongga kecil. Nanah yang akan muncul adalah campuran dari jaringan tubuh yang mati, sel-sel darah putih dan bakteri juga.

Waduhh, sangat menjijikkan sekali bukan. Namun jika infeksi yang menyerang anda sedang terus berlangsung, maka benjolan pun akan dapat semakin membesar dan akan terasa semakin nyeri. Apa saja sih jenis dari penyakit Abses Payudara tersebut. Berikut dibawah ini jawabnnya :

  • Abses Menyusui (laktasi). Terbentuk pada bagian pinggir payudara, biasanya di bagian atas.
  • Abses non-menyusui (non-laktasi). Biasanya akan muncul di sekitar areola (bagian berwarna gelap di sekitar puting susu) atau bagian bawah payudara.

Beberapa faktor yang dapat memperbesar risiko wanita terkena abses payudara adalah merokok dan pernah terkena mastitis, mengidap diabetes serta terinfeksi virus HIV, melakukan penindikan pada puting susu atau sedang menjalani pengobatan yang menekan daya tahan tubuh.

Diagnosis dan Pengobatan Abses Payudara

Untuk mendiagnosis pasien yang diduga mengidap abses payudara, langkah pertama yang umumnya dokter lakukan adalah melakukan pemeriksaan fisik pada benjolan. Jika hasil pemeriksaan fisik masih belum dapat memastikan diagnosa, maka dapat dilakukan pemeriksaan dengan USG.

USG adalah pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Dari hasil pemeriksaan USG, dapat dipastikan apakah benjolan yang diperiksa merupakan abses payudara atau bukan, serta didapatkan juga informasi mengenai jumlah kantung nanah di dalam benjolan. Selain USG, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan mammografi, yaitu foto Rontgen pada payudara. Namun pemeriksaan ini tidak terlalu nyaman dan menimbulkan rasa sakit, apalagi jika payudara sedang dalam keadaan abses.

Sebagian besar kasus abses payudara dipicu oleh mastitis, yaitu peradangan pada payudara. Untuk mengobati mastitis, umumnya dokter akan meresepkan antibiotik. Apabila peradangan tersebut sudah menjadi abses, selain pengobatan dengan antibiotik, cairan nanah juga akan dikeluarkan dengan menusukkan jarum suntik pada benjolan dipandu oleh USG atau dengan membuat sayatan untuk mengeluarkan nanah dari dalam abses (insisi dan drainase).

Begitulah cara yang dilakukan para medis atau dokter, ketika anda sedang menjalani pengobatan tersebut. Sebelum terkena penyakit semacam itu, lebih baik anda untuk mencegahnya. Sampai disini sajalah rangkuman yang saya buat mengenai Abses Payudara. Semoga bisa menjadi satu faedah bagi para pembaca sekalian dan memberikan informasi juga, agar anda bisa menjaga kesehatan Payudara anda. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Categories: healthy