javascript hit counter

Kebiadaban Zionis Israel Terhadap Umat Islam Dan Al-Aqsa

Betapa biadabnya perlakuan Zionis Israel terhadap umat Islam disaat akan melaksanakan ibadah shalat Jum’at di Masjid Al-Aqsa. Umat Islam yang pada saat itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan kekejaman dari Zionis Israel yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap.

Umat Islam disana kini hanya bisa berdoa dan menunggu bala bantuan para saudaranya yang ada dimuka bumi ini. Jika bantuan datang dari seluruh saudara-saudara Umat Islam, mungkin mereka tidak akan merasakan kebiadaban Zionis Israel terus menerus.

Saya juga punya salah satu video kebiadaban Zionis Israel yang dikutip dari youtube, dibawah ini adalah video terbaru yang unggah pada 23 Juli 2017, berikut videonya :

Setelah melihat video diatas, saya sebagai penulis saja meneteskan air mata ketika melihat videonya. Konon lagi mereka yang disana merasakan kebiadaban Zionis Israel yang tak kunjung henti dan terus menerus mengusik kehidupan mereka disaat melakukan aktivitas apapun. Mereka (Zionis Israel) yang hendak menghancurkan masjid besar Al-Aqsa yang berada di Palestina. Umat Islam juga melakukan perlawanan dengan apa adanya, dengan melempari Zionis Israel dari dalam masjid Al-Aqsa.

Untuk sementara ini Zionis Israel juga menutup masjid Al-Aqsa, agar umat Islam tidak bisa melaksanakan ibadah shalat wajibnya. Sedangkan umat Islam di Palestina tetap melakukan Shalat dan berdoa dimanapun mereka berada, bahkan sampai ada yang melakukan ibadah shalat dijalan raya. Tetap saja Zionis Israel mengusiknya dengan menendang salah seorang umat Islam tersebut, seperti video diatas pada menit pertama.

Larangan shalat Jumat sejak 14 Juli lalu, jelas merupakan bentuk penghinaan kepada warga Al Quds, bahkan umat Islam seluruh dunia. Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Adara Relief International (Organisasi Peduli Palestina) yang bernama Nurjanah Hulwaini ketika menanggapi tentara Zionis Israel yang kembali mengintimidasi warga Palestina. Begini ungkapnya “Israel makin gila dan mereka sudah menginjak-nginjak harga diri umat Islam” tegas dia, Senin 25 July 2017.

Nurjanah juga mengajak seluruh umat Islam di dunia, khususnya di Indonesia membuka mata dengan apa yang sudah dipertontonkan Yahudi dengan menyerang Al-Aqsa secara membabi buta, merupakan perbuatan keji dan tak manusiawi. Semua harus ambil bagian untuk membela Al-Aqsa agar apa yang umat Islam lakukan di luar Palestina akan memberikan pesan kepada Yahudi bahwa rakyat Palestina tidak sendiri.

Pemerintah Indonesia juga mengecam serangan yang dilakukan pihak keamanan Isreal di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem. Serangan tersebut telah menyebabkan tiga orang jemaah tewas dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Indonesia menolak segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan terhadap jemaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan Ibadah di Masjid Al-Aqsa.

Tidak hanya orang Islam saja yang shalat dan berdoa, bahkan umat kristen ikut melaksanakan ibadah shalat dan berdoa bersama. Umat Kristen saja bisa membantu dengan berdoa dan beribadah agar umat Islam diselamatkan dari kebiadaban Zionis Israel. Apalagi kita sebagai umat Islam, tidak mungkin kita hanya bisa berdiam diri dan menyaksikan kebiadaban mereka (Zionis Israel).

 

 

Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban, serta mendoakan agar para korban luka dapat segera pulih kembali. Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang dan mengambil langkah tegas. Khususnya, untuk memberhentikan tindak kekerasan di Kompleks Masjid Al Aqsa.

Indonesia juga mendesak agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dapat segera lakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kompleks Al Aqsa. Indonesia mengingatkan kepada Israel untuk tidak mengubah status kompleks Al-Aqsa. Pemerintah Indonesia menginginkan Masjid Al Aqsa dan The Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim.

Dalam siaran pers, Pemerintah Indonesia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak semakin memburuk. Zionis Israel juga tidak mengizinkan pria Muslim berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa, setelah dua Zionis Israel ditembak tiga pria Arab beberapa waktu lalu. Warga Palestina sedang bersiap melakukan demonstrasi terbaru untuk memprotes langkah-langkah Israel membatasi akses ke tempat suci yang berada di wilayah okupasi di Jerusalem Timur itu.

Note : Saya sebagai penulis berharap akan ada bantuan untuk para saudara kita yang sedang merasakan kebiadaban Zionis Israel. Jangan pernah lelah untuk terus menyebarluaskan apa yang terjadi di Al Aqsa agar setiap hari terus bertambah yang peduli. Perbanyak doa untuk Al Aqsa dalam setiap kesempatan terutama pada waktu-waktu mustajab.

Categories: Dunia